Laparoskopi merupakan tindakan bedah yang menggunakan teknik minimally invasive surgery (bedah invasif minimal) dengan menggunakan alat khusus. Laparoskopi juga dikenal dengan istilah bedah teropong.

Kasus yang dapat dibantu dengan laparoskopi di bidang kebidanan dan kandungan di antaranya adalah infertilitas, kista ovarium, mioma uteri, sterilisasi per laparoskopi serta hamil di luar kandungan (hamil ektopik).

Selain untuk pasien dewasa, tindakan laparoskopi juga banyak digunakan untuk pembedahan anak, misalnya hernia, appendiktomi dan lain-lain. Pembedahan/operasi konvensional umumnya meninggalkan bekas luka yang cukup besar dan kadang bersifat permanen, apalagi jika pembedahan dilakukan pada usia anak-anak, luka bekas operasi bedah biasanya akan menetap sampai usia dewasa. Dengan teknik bedah laparoskopi, luka bekas operasi dapat diminimalkan, sehingga lebih menguntungkan dari segi estetik.

 

 

“Mengapa memilih laparoskopi?”

Laparoskopi mempunyai banyak keunggulan dibanding operasi biasa, antara lain:

  • Nyeri pasca bedah minimal
  • Lama rawat inap lebih singkat
  • Proses penyembuhan lebih cepat
  • Perdarahan lebih sedikit
  • Risiko lebih kecil
  • Mampu melihat sudut yang sulit pada perut/organ dalam yang tidak dapat terdeteksi dengan operasi biasa